Aku, Ibuku, dan Besarnya Unair Kampus C

Saat pendaftaran ulang mahasiswa baru Universitas Airlangga, aku yang mendapat jadwal 3-4 Agustus 2016 untuk melakukan Tes Kesehatan pada jam dan Tes ELPT, terpaksa membawa banyak barang-barang bawaan. Sekaligus berniat untuk mencari kost. Ketika pertama kali menginjakkan kaki di gerbang kampus C (lebih tepatnya lewat gang belakang ACC), aku dan ibuku membawa barang-barang menuju tempat tes kesehatan dulu, yaitu di Rumah Sakit Khusus Infeksi di samping Rumah Sakit Unair. Selama perjalanan, aku pun sempat bertanya kepada orang-orang di sekitar, “mbak. RS Unair dimana ya?” Lalu ia menunjukan,”RS Unair ada di depan mas, lurus terus udah keliatan”. Aku sempat mencari tahu tentang peta dan gambaran dari Unair, terutama kampus C, tapi tak disangka ternyata Unair memiliki wilayah yang sangat luas. Akan terasa sekali jika berjalan kaki di sini. Aku melihat banyak yang menggunakan kendaraan bermotor dan sepeda, namun ada pula kok yang berjalan kaki, mungkin mereka yang sudah terbiasa dan sudah lama berkuliah di Unair. Pukul menunjukan jam  08.00 WIB, aku dan ibuku berjalan dengan tergopoh-gopoh, cuaca pada saat itu tidaklah seberapa panas, berawan namun  hanya saja karena beban yang kami bawa, kami pun sedemikan lelahnya. Aku pun hanya bisa melihat ibuku kelelahan, karena kita sedang berada pada keadaan yang sama. Jarak dari ACC (Airlangga Convention Centre) menuju RS Unair terasa panjang sekali, setelah melewati  Fakultas Sains dan Teknologi, Fakultas Kesehatan Masyarakat dan kami pun melihat Masjid Ulul ‘Azmi yang begitu megah dan indah,  pada sisi kanan jalan. Di sampingnya terdapat danau besar  dan kawanan angsa yang sedang berenang di tepian, danau itu begitu indah dan serasi dikelilingi pepohonan yang rindang. Di depannya berdiri kantor manajemen atau yang biasa disebut  gedung rektorat Unair, aku pun membanyangkan betapa indahnya Unair Kampus C pada musim hujan nanti. Sesampainya di RSKI (Rumah Sakit Khusu Infeksi) kami pun langsung menghempaskan diri ke trotoar dan meminum sebotol air mineral. Bahkan, sampai sudah sebesar begini ibuku masih mau mengurus dan membantuku. Sungguh, takkan kusiakan pengorbanannmu.

Mama. Hanya Ilustrasi, Aslinya Gak Ada Foto-fotoan :)


Komentar

Posting Komentar

Postingan Populer