desember yang dingin serta keinginan untuk berubah.
Desember kali ini rasanya aga berbeda, ya gak sih.
Kamu tau kenapa? karena sadar ataupun tidak sadar. Kita berubah.
Bukan maksud bagaimana, tapi, jika tidak ada perubahan yang terjadi dalam hidupmu, ya itu semua kehendakmu. Jadi jangan salahkan perihal takdir.
...
Ada yang sebelumnya pendiam dan lebih menyembunyikan pikirannya sendiri, kini menjadi lebih terbuka dan bahkan terkadang menjadi oversharing.
Ada yang sebelumnya sukar memaafkan diri, kini enjoy menikmati hari yang berganti.
Ada yang dulunya belum move on akan pengalaman indah yang berlalu, kini sudah hidup di masa kini.
...
Perubahan sekecil apapun tidak masalah, asal berubah. Perubahanlah yang membuat roda berputar, perubahanlah yang menyebabkan kita hidup dan berkembang. Tidak masalah, perubahannya ke arah memburuk kah, ke arah lebih baik kah, karena semuanya bersifat subjektif, dan pasti disetiap perubahan ada satu dua hal yang kita korbankaan. Dan itu wajar.
...
Karena, kamu pun tau bahwa batu yang keras pun pasti akan hancur jika ditetesi air terus menerus. Tidak masalah juga jika perubahan yang terjadi, terasa lambat. Toh memang hidup bukan tentang perlombaan siapa cepat dia dapat, apa sih yang dikejar? takut tidak bisa membahagiakan orang yang terkasih karena kita lambat? takut mendapat omongan jelek dari saudara yang pada dasarnya harus memahami dan tidak berlaku demikian? atau, takut kepada hal-hal yang sebetulnya hanya ada di kepala mu saja. Sudah ya, capek. Takut hanyalah batas batas imajiner yang dibuat oleh kita, dan menjadi aral dalam proses perubahan kita.
...
Ada yang perubahannya sambil berlari dalam satu waktu namun endingnya bisa ketebak ya. Ada yang rasanya gini gini aja, tidak ada perubahan, namun dalam perjalanannya melihat hal-hal yang sebelumnya terlewati diperjalanan. Hal-hal luar biasa tidak datang dari sesuatu yang instan menurutku, hehe. Kecuali mi instan & kopi..
Cikarang, 2022 ditulis diiringi tangisan bayi.


Komentar
Posting Komentar