a story of Neglect

Pada suatu hari, seekor Burung Hantu Salju sedang terbang rendah mengitari suatu danau. 
Danau tersebut dipenuhi bongkahan-bongkahan es yang mulai mencair.
Tak sengaja, dia melihat seekor Angsa muda putih yang cantik menyendiri di pinggir danau.


Angsa putih itu sedang mengamati bunga-bunga mawar yang mulai bermekaran.
Burung Hantu tersebut sama sekali belum pernah melihat Angsa di daerah ini.
Melihat ada hewan yang asing.
Ia pun menghampiri Angsa yang masih sibuk mengamati mawar.
Burung Hantu itu hinggap di dahan pohon dengan jarak terdekat dari Angsa.
Angsa tersebut berjalan dengan anggun sambil mengamati mawar.
Sesekali sinar matahari yang menembus pepohonan dengan sayup, mengenai bulu-bulu putih sang Angsa.
Burung Hantu sangat terpesona dan dia pun jatuh hati pada Angsa tersebut.
Burung Hantu pun berusaha untuk mencari perhatian dan melakukan pendekatan dengan Angsa.
Akhirnya Burung Hantu memberanikan dirinya untuk mengungkapkan cintanya pada Angsa.


Angsa pun menjawab: ''Aku tidak mungkin mencintaimu'' tapi, Burung Hantu tak menyerah.
Setiap saat, Burung Hantu menemui Angsa cantik tersebut.
Berbagai macam siasat dan cara telah dilakukan Burung Hantu untuk dapat memikat hati sang Angsa.
Akhirnya perjuangan sang Burung Hantu membuahkan hasil.
Angsa cantik itu memberikan satu syarat kepada Burung Hantu.
''Aku akan mencintaimu, jika kamu dapat merubah bulu putihku ini menjadi semerah mawar-mawar itu"
Lalu, Burung Hantu pun segera mencari cara untuk membuat bulu putih Angsa menjadi merah. 
Sekilas, dia melihat bongkahan es tak beraturan yang mengapung di pinggir danau.
Tanpa berpikir panjang, Burung Hantu langsung mendaratkan ke dua sayapnya ke es es tersebut.
Bongkahan es tersbeut tajam, dan melukai sayap Burung Hantu.
Darah mulai merembes dari sela bulu putih Burung Hantu dan mengubahnya menjadi merah. 
Burung Hantu meneteskan darahnya setetes demi setetes itu ke bulu putih Angsa itu. 
Akhirnya, bulu-bulu Angsa berubah menjadi merah berkat darah Burung Hantu 
Angsa pun menyadari betapa tulusnya cinta Burung Hantu kepadanya. 
Namun semuanya sudah terlambat. 
Burung Hantu ternyata telah mati karena kehabisan darah....
Angsa yang sudah memerah itu pun hanya bisa menangisi kepergian Burung Hantu.


Hargailah siapapun yang mencintai dirimu..
Sebelum mereka pergi jauh darimu.
Seringkali kita mati rasa ketika seseorang mencintai kita. Mengabaikannya..
Bahkan kita menyia-nyiakan mereka dan menganggap mereka tak ada.
Lakukanlah yang terbaik untuk orang yang mencintai dirimu..  
Selama mereka masih ada dan menyayangi dirimu...

Komentar

Postingan Populer