bercak kenangan
dear, teman rumah masa kecil..
kabarmu bagaimana?
kamu sedang apa? aku disini sangat merindukanmu.
merindukan hal-hal yang dulu kita lakukan bersama.
merindukan kegiatan yang dulu kuanggap membosankan.
merindukan nada bicaramu yang tak teratur itu.
merindukan saat kita bermain hingga lupa waktu.
merindukan ketika kamu sering berkunjung ke rumahku.
merindukan. banyak hal.
bahkan aku merindukan, tawamu
aku jadi ingat saat itu, kita masih sekolah dasar.
kita pulang bersama, meyusuri jalan-jalan kecil.
ditengah hujan sambil tertawa, tanpa beban. tanpa memikirkan apa-apa.
oh tuhan, mungkin predikat orang yang paling menyesal saat ini; aku.
semenjak kamu pindah, 5 tahun yang lalu
tidak ada lagi yang membuatku merasa betah di rumah ini.
tidak ada lagi yang mengajaku untuk keluar rumah.
selepasmu, aku menjadi pribadi yang tertutup.
aku menjadi seseorang yang pendiam.
aku bagai katak dalam tempurung. burung dalam sangkar.
tapi, berkat media sosial, aku berhasil melihat wajahmu itu kembali.
setelah sekian lama.. ternyata kau tumbuh berubah.
aku malu untuk melepas rasa rinduku ini.
apakah kamu juga masih ingat aku?
masih ingatkah bekas kenangan-kenangan kita dulu?
kini pertanyaan itu terus berputar dalam otakku ini.



Komentar
Posting Komentar