figuran
kehidupan.
sebagian menganggap anugrah sebagian menganggap kutukan. ironi memang, ketika pasien rumah pesakitan yang dalam hembusan akhirnya masih memikirkan kondisi orang sekelilingnya yang menangis padahal orang tersebut sehabis melakukan tindakan tercela lagi hina.
terlalu.
terkadang perlu sebuah tamparan keras ke pada jiwa jiwa yang terlalu lemah & naif.
yang hanya memandang dunia baiknya saja dan hilang arah ketika tak sesuai ekspektasi.
jangan salahkan mereka-mereka yang bersikap berbeda lagi membedakan dirimu karena kamu terlalu baik lagi bodoh!
ketika kamu memperlakukan orang dengan berbeda dan kamu sangat menampakkannya, kamu sudah menabung satu titik jahat dalam lingkup perkenalan.
ya kenal. hanya sebatas kenal bukan berarti teman.
jadi, karena hidup ini singkat.
jangan pernah datang lagi ketika kamu bahagia! karena aku hanya ada ketika kamu butuh saja.
meski figuran semoga berkesan.



Komentar
Posting Komentar